Rabu, 07 April 2010

Macam-macam Paragraf

Paragraf Deduktif
Paragraf yang dimulai dengan menyebutkan peristiwa – peristiwa yang umum, untuk menuju kepada kesimpulan khusus, yang mencakup semua peristiwa umum diatas.

Contoh paragraph deduktif

Jangan pernah menganggap remeh penggunaan jenis pasta gigi pada si kecil. Pasalnya, para peneliti di Inggris mengungkapkan penggunaan pasta gigi biasa tidak mencegah terjadinya kerusakan pada gigi dan gusi si kecil. Para peneliti justru menyarankan agar si kecil diberikan pasta gigi dengan bahan dasar floride.

Riset yang digagas Cochrane Oral Health Group dan Universitas Manchester ini juga mengungkapkan penggunaan flouride pada pasta gigi bisa mengurangi kerusakan gigi dan gusi sebesar 24%.

Selain itu, penggunaan flouride dalam pasta gigi pada anak-anak sebelum berusia 12 tahun maka memungkinkan terjadinya flurosis gigi. Kesimpulan ini berdasar pada temuan pada 79 percobaan yang melibatkan 73.000 anak-anak diberbagai belahan dunia.

seorang peneliti menjelaskan sangat penting bagi para orang tua untuk mengetahui keseimbangan terkait fakta setiap perusahaan memiliki kandungan flouride berbeda pada setiap produknya.selain itu juga dia menjelaskan anak-anak yang cenderung menggunakan pasta gigi secara berlebihan dalam jangka panjang berakibat pada bintik-bintik pada gigi ketimbang warna putih mengkilap.

Paragraf Induktif

Paragraf yang dimulai dengan menyebutkan peristiwa-peristiwa yang khusus, untuk menuju kepada kesimpulan umum, yang mencakup semua peristiwa khusus di atas.

Contoh paragraf induktif

Jangan pernah mematikan komputer langsung dari stop kontak, stabilizer apalagi mencabut langsung kabel power komputer anda, karena kebiasaan tadi bisa merusak komputer baik dari segi Hardware maupun Software.

Selain itu juga jangan pernah mematikan secara paksa seperti mencabut baterai, menekan paksa tombol power karena itu juga dapat membuat notebook menjadi rusak.

Efek terhadap hardware computer atau notebook seperti harddrive rusak pada sektor-sektor tertentu atau bad sector akibat listrik mati mendadak, lalu efek terhadap software seperti hilangnya data atau rusak akibat kebiasaan tadi.

Maka untuk mencegah hal itu terjadi baiknya selalu gunakan fitur “shutdown’ pada Komputer atau notebook anda. Itulah tips mematikan komputer dan notebook yang benar, agar tidak merusak perangkat keras/lunak komputer dan notebook.


Paragraf Campuran

Contoh paragraf campuran

Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak dapat dilepaskan dari komunikasi. Kegiatan apa pun yang dilakukan manusia pasti menggunakan sarana komunikasi, baik sarana komunikasi yang sederhana maupun yang modern. Kebudayaan dan peradaban manusia tidak akan bisa maju seperti sekarang ini tanpa adanya sarana komunikasi.

Komunikasi pada saat ini menjadi kebutuhan primer,komunikasi biasanya dilakukan dengan menggunakan media handphone,telepon,via email dengan menggunakan koneksi internet.Dari contoh-contoh diatas handphone merupakan alat komunikasi wajib,karena handphone sudah bisa diterima semua golongan masyrakat,mulai dari kalangan ekonomi kelas kecil hingga atas,semua menggunakan handphone,karena harga handphone ini relative,ada yang murah dan ada yang mahal,semua tergantung kepada tingkat ekonomi si pemakai handphone.Handphone juga dibagi-bagi lagi menjadi beberapa kategori diantaranya Smartphone,Music Phone,dll.

Blackberry merupakan smartphone yang sekarang ini sedang eksis di kalangan masyarakat.Blackberry Mesengger digunakan untuk keperluan chatting antar pengguna blackberry,blackberry sudah bisa menggunakan push to mail,yang dimana pengguna blackberry bisa mengirimkan dan menerima email langsung dari handphone pengguna blackberry.Namun kekurangan dari black berry yaitu harganya yang relative mahal,sehingga hanya orang-orang yang tingkat ekonomi menengah samapai ke atas yang mampu menikmati kecanggihan handphone ini.

Jadi Alat komunikasi sekarang ini terus berkembang dengan semakin besarnya tingkat kebutuhan konsumen alat komunikasi.Konsumen diharapkan bisa cerdas memilih handphone sesuai dengan kebutuhan.

Paragraf Campuran

Contoh paragraf campuran
Dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak dapat dilepaskan dari komunikasi. Kegiatan apa pun yang dilakukan manusia pasti menggunakan sarana komunikasi, baik sarana komunikasi yang sederhana maupun yang modern. Kebudayaan dan peradaban manusia tidak akan bisa maju seperti sekarang ini tanpa adanya sarana komunikasi.
Komunikasi pada saat ini menjadi kebutuhan primer,komunikasi biasanya dilakukan dengan menggunakan media handphone,telepon,via email dengan menggunakan koneksi internet.Dari contoh-contoh diatas handphone merupakan alat komunikasi wajib,karena handphone sudah bisa diterima semua golongan masyrakat,mulai dari kalangan ekonomi kelas kecil hingga atas,semua menggunakan handphone,karena harga handphone ini relative,ada yang murah dan ada yang mahal,semua tergantung kepada tingkat ekonomi si pemakai handphone.Handphone juga dibagi-bagi lagi menjadi beberapa kategori diantaranya Smartphone,Music Phone,dll.
Blackberry merupakan smartphone yang sekarang ini sedang eksis di kalangan masyarakat.Blackberry Mesengger digunakan untuk keperluan chatting antar pengguna blackberry,blackberry sudah bisa menggunakan push to mail,yang dimana pengguna blackberry bisa mengirimkan dan menerima email langsung dari handphone pengguna blackberry.Namun kekurangan dari black berry yaitu harganya yang relative mahal,sehingga hanya orang-orang yang tingkat ekonomi menengah samapai ke atas yang mampu menikmati kecanggihan handphone ini.
Jadi Alat komunikasi sekarang ini terus berkembang dengan semakin besarnya tingkat kebutuhan konsumen alat komunikasi.Konsumen diharapkan bisa cerdas memilih handphone sesuai dengan kebutuhan.

Paragraf Induktif

Paragraf yang dimulai dengan menyebutkan peristiwa-peristiwa yang khusus, untuk menuju kepada kesimpulan umum, yang mencakup semua peristiwa khusus di atas.

Contoh paragraf induktif

Jangan pernah mematikan komputer langsung dari stop kontak, stabilizer apalagi mencabut langsung kabel power komputer anda, karena kebiasaan tadi bisa merusak komputer baik dari segi Hardware maupun Software.

Selain itu juga jangan pernah mematikan secara paksa seperti mencabut baterai, menekan paksa tombol power karena itu juga dapat membuat notebook menjadi rusak.

Efek terhadap hardware computer atau notebook seperti harddrive rusak pada sektor-sektor tertentu atau bad sector akibat listrik mati mendadak, lalu efek terhadap software seperti hilangnya data atau rusak akibat kebiasaan tadi.

Maka untuk mencegah hal itu terjadi baiknya selalu gunakan fitur “shutdown’ pada Komputer atau notebook anda. Itulah tips mematikan komputer dan notebook yang benar, agar tidak merusak perangkat keras/lunak komputer dan notebook.

Paragraf Deduktif

Paragraf yang dimulai dengan menyebutkan peristiwa – peristiwa yang umum, untuk menuju kepada kesimpulan khusus, yang mencakup semua peristiwa umum diatas.

Contoh paragraph deduktif

Jangan pernah menganggap remeh penggunaan jenis pasta gigi pada si kecil. Pasalnya, para peneliti di Inggris mengungkapkan penggunaan pasta gigi biasa tidak mencegah terjadinya kerusakan pada gigi dan gusi si kecil. Para peneliti justru menyarankan agar si kecil diberikan pasta gigi dengan bahan dasar floride.

Riset yang digagas Cochrane Oral Health Group dan Universitas Manchester ini juga mengungkapkan penggunaan flouride pada pasta gigi bisa mengurangi kerusakan gigi dan gusi sebesar 24%.

Selain itu, penggunaan flouride dalam pasta gigi pada anak-anak sebelum berusia 12 tahun maka memungkinkan terjadinya flurosis gigi. Kesimpulan ini berdasar pada temuan pada 79 percobaan yang melibatkan 73.000 anak-anak diberbagai belahan dunia.

seorang peneliti menjelaskan sangat penting bagi para orang tua untuk mengetahui keseimbangan terkait fakta setiap perusahaan memiliki kandungan flouride berbeda pada setiap produknya.selain itu juga dia menjelaskan anak-anak yang cenderung menggunakan pasta gigi secara berlebihan dalam jangka panjang berakibat pada bintik-bintik pada gigi ketimbang warna putih mengkilap.

Selasa, 24 November 2009

Hati Ibu


Aku melangkah tergesa. Tak sabar agar segera sampai di rumah. Dalam benakku tergambar senyum mengambang di bibir Ayah. Membayangkan senyum Ayah kedua kaki jenjangku semakin gesit berloncatan.
“Aku menang lomba menulis cerpen, yah,” ucapku begitu menginjak teras sambil memamerkan piala di tanganku.
Ayah menurunkan koran yang sedang dibacanya lalu menatapku sebentar, setelah itu membaca lagi.
Melihat wajah datar Ayah senyum di bibirku surut. Bergegas aku masuk rumah, menemui ibu.

“Ibu,” panggilku.
Tidak ada jawaban.
“Ibu,” ulangku.
Masih bisu. Kucari ke kamar, tak ada, di dapur aku juga tak menemukan ibu.
Kutinggalkan dapur lalu masuk kamar. Kutaruh piala kuning keemasan itu di atas meja belajarku. Kurebahkan tubuh di kasur sambil memejamkan mata. Tapi baru beberapa menit aku rebahan sepasang telingaku mendengar suara ibu dari luar.

“Dira mau hadiah apa?”
“Dira minta dibelikan sepeda motor,” suara Dira, kakakku.
“Keinginanmu nanti ibu sampaikan pada ayah,” sahut ibu.
“Dengan atau tanpa persetujuan ayah Dira harus punya motor,” Dira ngotot.
Pelan-pelan kuseret langkah ke luar kamar. “Ibu, dari mana?” tanyaku.
“Dari MP. Dira juara satu lomba fashion di Mall Pekanbaru,” kata ibu dengan mata berbinar.
Aku tersenyum sambil menyalami Dira.

“Itu apa?” tanya ibu melihat piala di tanganku.
“Farah juara dua lomba menulis cerpen antar fakultas,” kataku.
Ibu diam.
“Boleh di pajang di lemari depan, Bu?”
Ibu menggeleng, “Disimpan di kamar saja. Lemari depan khusus tempat piala-piala milik Dira,” tegas ibu.
Ada perih di ujung hatiku.

***

Beberapa hari setelah kejadian itu aku membawa satu tas besar pakaian untuk menginap di kost Ummu, teman serujusanku. Jarak kost Ummu hanya beberapa meter dari kampus.
“Sudah bilang sama ibu mau nginap di sini?” tanya Ummu.
Aku menggeleng, “Ibu tidak akan kehilangan meskipun aku mati.”
“Jangan bicara seperti itu.”

“Ibu baru ribut kalau Dira yang hilang.”
“Jangan terus kau pupuk cemburumu.”
“Aku tak akan cemburu andai mereka tak pilih kasih.”
“Mungkin seperti itu cara mereka menyayangi kalian.”
“Entah,” kataku malas.
Aku membalikkan tubuh memunggungi Ummu. Diam-diam kuseka mataku yang basah.

***

Seperti dugaanku ibu tak peduli meski aku tak pulang berhari-hari. Ayah pun tak risau meski anak gadisnya tak memberi kabar.
“Ummu, aku minta izin untuk tinggal di sini satu minggu lagi,” kataku setelah beberapa hari berselang.
“Aku boleh saja. Tapi kau kasih kabar dulu ke ortu,” sahut Ummu.
“Tak perlu, Mu.”

Melihat kerasku Ummu tak bersuara. Aku bertekad akan pulang jika ibu menjemput dan memintaku pulang dengan penuh kelembutan. Seperti yang ibu lakukan beberapa tahun yang lalu terhadap Dira, saat gadis itu ikut kemah bersama organisasi pramukanya di tengah hutan. Saat berhari-hari Dira tak pulang ibu luar biasa panik. Kemudian ibu meminta ayah menyusul Dira. Ketika tiba di rumah Dira disambut bagai ratu, syukuran besar-besaran lagi-lagi digelar karena tak terjadi apa-apa terhadap gadis tinggi semampai itu.
Saat ingatanku menerobos ke masa lalu tiba-tiba handphoneku bergetar, nomor rumah. Aku berharap itu ibu.
“Ibu masuk rumah sakit, Non,” terdengar suara Bik Warsih, pembantu di rumah kami.
“Kapan? Kenapa?” tanyaku bertubi-tubi.

“Sejak dua hari yang lalu…”
“Kenapa saya baru dihubungi sekarang?” potongku.
“Nomor non Farah tidak bisa dihubungi dari kemarin.”
Aku menelan ludah pahit. Menyesal mematikan handpone selama dua hari ini. Begitu sambungan ditutup aku bergegas ke rumah sakit.

Saat tiba di ruangan icu kulihat tubuh ibu dibalut selang infuse. Aku menangis melihat kondisi ibu.
“Ibu sakit apa?” tanyaku pada ayah yang memegangi lengan ibu.
“Dua hari yang lalu kaki ibu terpeleset saat mau ke luar kamar mandi.”
“Lalu…” kejarku tak sabar.

Ayah diam sambil menyeka matanya yang basah. Aku menunggu.
“Kepala ibu pecah, darah menyembur, dokter bilang ibu harus dioperasi. Tetapi sejak dioperasi ibu belum sadar sampai sekarang.”
Aku merinding mendengarnya.

***

Ini sudah memasuki pekan kedua, tapi kondisi ibu tidak ada memperlihatkan perkembangan berarti.
Kugenggam jemari ibu erat-erat. Pelan tangan itu bergerak. Aku tersentak. Kulihat bibir ibu juga bergerak. Seperti mengeluarkan suara meski tak jelas. Kudekatkan telingaku ke bibir ibu.
“Farah,” ucap ibu.

Aku tak yakin pada pendengaranku.
Hening. Aku semakin mendekatkan telingaku, menunggu perempuan itu memanggilku. Tapi mulut itu tak lagi bersuara. Namun rasa gembira tetap menyergapku.
“Dimana Dira dan ayahmu?” ibu bertanya tiba-tiba.
“Mereka di luar, biar…” gegas aku beranjak dari pembaringan ibu.
“Jangan!” cegah ibu.
Aku berbalik.

“Saat ini ibu ingin berdua saja denganmu.”
Aku menoleh. Menduga-duga. Kulihat wanita itu menarik nafas.
“Ibu tahu kau cemburu pada Dira. Ibu tak pernah merayakan apapun saat kau meraih sesuatu.”
Sunyi sesaat.

“Ketahuilah, Nak. Biaya syukuran itu mahal, itulah sebabnya ibu hanya membuatnya untuk Dira,” kata ibu dengan mata bertelaga.
Aku diam saja.
“Jika perhatian ibu lebih besar pada Dira karena menurut ibu Dira tak sekuat kau.”
“Ibu menyayangiku?” tanyaku dengan suara bergetar.
Ibu tak segera menjawab. Pelan wanita itu bangkit seraya memelukku, “Tak ada orang tua yang tak sayang anaknya,” ucap ibu diantara isaknya.

Meski semula enggan, pelan-pelan aku membalas pelukan ibu. Beberapa saat tak ada suara. Kurasakan ibu semakin mempererat pelukannya. Lama. Namun saat aku melerai pelukan, kudapati ibu tak lagi bergerak. Tubuhnya sedingin es.

***


* Desi Sommalia Gustina
Mahasiswi UIR, Pekanbaru.